Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh hidayah ini selalu ditunggu-tunggu oleh para umat musli di dunia. Hal ini karena bulan Ramadan memberikan banyak sekali berkah. Sehingga tak heran jika banyak orang yang sangat menantikan datangnya bulan Ramadan.

Sayangnya, di beberapa tahun lalu, pelaksanaan Ramadan sedikit berbeda. Adalah pemerintah dengan Muhammadiyah yang melaksanakan puasa Ramadan berbeda hari. Beruntung dua tahun belakangan, pemerintah dan Muhammadiyah telah melakukan puasa Ramadan secara bersamaan. Kemungkinan besar, tahun ini puasa Ramadhan dilaksanakan pada hari yang sama juga, alias berbarengan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Pelaksanaan Puasa Ramadhan 2019

Puasa Ramadhan 2019 dilaksanakan pada tanggal yang sama secara serentak. Hal ini disebabkan oleh dua kalangan yang berpegang pada hisab dan imkanur (rukyah) sepertinya memiliki perhitungan yang sama.

Kemungkinan besar puasa Ramadhan dilaksanakan pada Senin, 6 Mei 2019. Sementara itu, beberapa kalangan juga sudah menetapkan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019.

Dengan demikian, seluruh umat Islam bisa melaksanakan salat tarawih pada Minggu malam, tanggal 5 Mei 2019, atau malam Senin.

Niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya

Banyak sekali yang masih bertanya tentang niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya. Bukan karena tidak tahu, namun kebanyakan dari kita terkadang lupa niat puasa Ramadhan.

Niat dan doa puasa Ramadhan yang benar bersarta artinya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى


"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'aala.

Niat puasa Ramadhan Bahasa Jawa
Niat puasa ramadhan bahasa Jawa pun bisa dilakukan. Pada dasarnya untuk berpuasa diberikan keleluasaan menggunakan bahasa Jawa. Kendati demikian, niat puasa Ramadhan bahasa Jawa pun kita tidak diperbolehkan ngawur. Tetap ada bacaan dari terjemahan bahasa Arab. Sehingga niat puasa Ramadhan apabila dibuat bahasa jawa seperti berikut:

"Niat insun poso ing dina sesuk saking anekani fedhune wulan Romadhon taun iki, kerono Allah ta'aala."

Niat puasa Ramadhan selepas azan Subuh
Pada dasarnya, mengenai batasa dari waktu pembacaan niat dan doa puasa Ramadhan adalah mulai setelah maghrib hingga sebelum datangnya waktu puasa, yakni sebelu, waktu imsyak. Akan tetapi imsya sebenarnya tidak menjadi ketentuan dari awal puasa, karena saat dimulainya puasa yaitu awal terbit fajar. Sehingga selain bisa dibacakan di malam hari, niat puasa Ramadhan juga bisa dilakukan saat sahur atau beberapa menit sebelum subuh.

Bagaimana juga niat puasa Ramadhan selepas azan subuh?

Jika seseorang niat puasa Ramadhan selepas azan subuh, maka puasanya tidak sah. Hal ini terdapat dalam hadist Sahih yang diterima dari Siti Hafshah, Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa yang tidak berniat akan berpuasa pada malam hari sebelum terbit fajar, maka tidaklah ia berpuasa."

Hadist yang diriwayatkan oleh lima orang ahli hadis (Kitab Nailul Authar, Jus VI, Halaman 269).

Akan tetapi untuk puasa sunah, seperti puasa senin dan kamis hukumnya boleh (SAH) Dengan catatan niat puasa sunah sebelum ZAWAL,yakni sebelum matahari condong ke arah barat. Dalilnya terdapat di dalam kitab Shahih Muslim, Jus 1, Halaman 467 berikut ini;

Dari Siti Aisyah Ummul Mu-minin. Ia berkata:

"Pada suatu hari Nabi Saw, telah datang ke rumah saya, beliau bertanya, "Adakah makanan padamu? Saya jawab 'Tidak ada apa-apa'. Belia lalu berkata, 'kalau begitu, baiklah sekarang saya puasa.'" (Riwayat Imam Muslim).

Bila puasanya puasa wajib, maka niat puasanya itu wajib di waktu malam sebelum terbit fajar atau sebelum datang waktu subuh, hal ini sudah tidak terdapat selisih pendapat lagi di kalangan para ulama, karena hadis riwayat Siti Hafshah di atas dengan tegas menyatakan

Amalan ibadah sunnah di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bisa dibilang bulan mulai. Yang mana semua amal perbuatan kita akan dilipat gandakan. Oleh karena itu, melakukan amalan sunnah di bulan Ramadhan sangat disarankan untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala dan berkah yang besar.

Adapun amalan ibadah sunnah di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:
1. Tadarus Al Quran
2. Khatam Al Quran
3. Menyegerakan berbuka
4. Makan sahur
5. Memberi makan orang yang berbuka
6. Memperbanyak bersedekah
7. Salat Tarawih
8. I'tikaf di masjid
9. Perbanyak Berdzikir, Istigfar dan Memohon Ampunan Kepada Allah Swt
10. Umroh di bulan Ramadhan

Demikian penjelasan mengenai niat puasa Ramadhan beserta doa dan amalan yang bisa dikerjakan sepanjang bulan suci. Selamat menyambut Ramadan 2019.

Niat dan Doa Puasa Ramadhan serta Ibadah Sunnah yang Harus Dilakukan

Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh hidayah ini selalu ditunggu-tunggu oleh para umat musli di dunia. Hal ini karena bulan Ramadan memberikan banyak sekali berkah. Sehingga tak heran jika banyak orang yang sangat menantikan datangnya bulan Ramadan.

Sayangnya, di beberapa tahun lalu, pelaksanaan Ramadan sedikit berbeda. Adalah pemerintah dengan Muhammadiyah yang melaksanakan puasa Ramadan berbeda hari. Beruntung dua tahun belakangan, pemerintah dan Muhammadiyah telah melakukan puasa Ramadan secara bersamaan. Kemungkinan besar, tahun ini puasa Ramadhan dilaksanakan pada hari yang sama juga, alias berbarengan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Pelaksanaan Puasa Ramadhan 2019

Puasa Ramadhan 2019 dilaksanakan pada tanggal yang sama secara serentak. Hal ini disebabkan oleh dua kalangan yang berpegang pada hisab dan imkanur (rukyah) sepertinya memiliki perhitungan yang sama.

Kemungkinan besar puasa Ramadhan dilaksanakan pada Senin, 6 Mei 2019. Sementara itu, beberapa kalangan juga sudah menetapkan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019.

Dengan demikian, seluruh umat Islam bisa melaksanakan salat tarawih pada Minggu malam, tanggal 5 Mei 2019, atau malam Senin.

Niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya

Banyak sekali yang masih bertanya tentang niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya. Bukan karena tidak tahu, namun kebanyakan dari kita terkadang lupa niat puasa Ramadhan.

Niat dan doa puasa Ramadhan yang benar bersarta artinya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى


"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'aala.

Niat puasa Ramadhan Bahasa Jawa
Niat puasa ramadhan bahasa Jawa pun bisa dilakukan. Pada dasarnya untuk berpuasa diberikan keleluasaan menggunakan bahasa Jawa. Kendati demikian, niat puasa Ramadhan bahasa Jawa pun kita tidak diperbolehkan ngawur. Tetap ada bacaan dari terjemahan bahasa Arab. Sehingga niat puasa Ramadhan apabila dibuat bahasa jawa seperti berikut:

"Niat insun poso ing dina sesuk saking anekani fedhune wulan Romadhon taun iki, kerono Allah ta'aala."

Niat puasa Ramadhan selepas azan Subuh
Pada dasarnya, mengenai batasa dari waktu pembacaan niat dan doa puasa Ramadhan adalah mulai setelah maghrib hingga sebelum datangnya waktu puasa, yakni sebelu, waktu imsyak. Akan tetapi imsya sebenarnya tidak menjadi ketentuan dari awal puasa, karena saat dimulainya puasa yaitu awal terbit fajar. Sehingga selain bisa dibacakan di malam hari, niat puasa Ramadhan juga bisa dilakukan saat sahur atau beberapa menit sebelum subuh.

Bagaimana juga niat puasa Ramadhan selepas azan subuh?

Jika seseorang niat puasa Ramadhan selepas azan subuh, maka puasanya tidak sah. Hal ini terdapat dalam hadist Sahih yang diterima dari Siti Hafshah, Rasulullah saw bersabda:

"Barang siapa yang tidak berniat akan berpuasa pada malam hari sebelum terbit fajar, maka tidaklah ia berpuasa."

Hadist yang diriwayatkan oleh lima orang ahli hadis (Kitab Nailul Authar, Jus VI, Halaman 269).

Akan tetapi untuk puasa sunah, seperti puasa senin dan kamis hukumnya boleh (SAH) Dengan catatan niat puasa sunah sebelum ZAWAL,yakni sebelum matahari condong ke arah barat. Dalilnya terdapat di dalam kitab Shahih Muslim, Jus 1, Halaman 467 berikut ini;

Dari Siti Aisyah Ummul Mu-minin. Ia berkata:

"Pada suatu hari Nabi Saw, telah datang ke rumah saya, beliau bertanya, "Adakah makanan padamu? Saya jawab 'Tidak ada apa-apa'. Belia lalu berkata, 'kalau begitu, baiklah sekarang saya puasa.'" (Riwayat Imam Muslim).

Bila puasanya puasa wajib, maka niat puasanya itu wajib di waktu malam sebelum terbit fajar atau sebelum datang waktu subuh, hal ini sudah tidak terdapat selisih pendapat lagi di kalangan para ulama, karena hadis riwayat Siti Hafshah di atas dengan tegas menyatakan

Amalan ibadah sunnah di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bisa dibilang bulan mulai. Yang mana semua amal perbuatan kita akan dilipat gandakan. Oleh karena itu, melakukan amalan sunnah di bulan Ramadhan sangat disarankan untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala dan berkah yang besar.

Adapun amalan ibadah sunnah di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:
1. Tadarus Al Quran
2. Khatam Al Quran
3. Menyegerakan berbuka
4. Makan sahur
5. Memberi makan orang yang berbuka
6. Memperbanyak bersedekah
7. Salat Tarawih
8. I'tikaf di masjid
9. Perbanyak Berdzikir, Istigfar dan Memohon Ampunan Kepada Allah Swt
10. Umroh di bulan Ramadhan

Demikian penjelasan mengenai niat puasa Ramadhan beserta doa dan amalan yang bisa dikerjakan sepanjang bulan suci. Selamat menyambut Ramadan 2019.

No comments: